MOHON BANTUAN PARA PENGUNJUNG UNTUK MEMENCET IKLAN DIBAWAH INI! TERIMAKASIH.

NABI MUSA ± ABAD KE-13 SM

Diposkan oleh Art of War | 23.04

Mungkin sekali, tak ada manusia dalam sejarah yang begitu luas dikagumi seperti halnya Nabi Musa, nabi orang Yahudi. Lebih dari itu, selain ketenarannya, juga jumlah pengikut yang memujanya secara pasti terus meningkat sepanjang jaman. Diperkirakan Musa tenar pada abad ke-13 SM, bersamaan sekitar masa Ramses II, dan dianggap pimpinan perpindahan besar-besaran bangsa Israel dari Mesir, wafat tahun 1237 SM. Di masa Musa hidup --seperti dijelaskan dalam buku Exodus-- ada kelompok orang Yahudi yang menentangnya. Tetapi, tak kurang dari lima abad lamanya Musa diagung-agungkan oleh orang-orang Yahudi. Mendekati tahun 400 SM kemasyhuran dan nama baiknya menyebar luas ke seluruh Eropa berbarengan dengan Agama Nasrani. Beberapa abad kemudian Muhammad mengakui Musa sebagai seorang nabi yang sesungguhnya, dan dengan berkembangnya Islam, Musa menjadi pula tokoh yang dikagumi di seluruh dunia Islam (termasuk Mesir). Kini, sesudah tiga puluh dua abad terhitung dari masa hidupnya, Musa dihormati oleh orang Yahudi, Nasrani dan Islam sekaligus, dan bahkan juga oleh kaum yang tak mempercayai Tuhan. Berkat kemajuan komunikasi, dia mungkin lebih terkenal sekarang ketimbang di masa lampau.

Di samping ketenarannya, informasi yang bisa dipercayai menyangkut kehidupan Musa tidaklah banyak. Bahkan ada spekulasi (meski tidak diterima oleh sebagian besar ahli ilmu pengetahuan) bahwa Musa itu sesungguhnya orang Mesir, karena namanya berbau Mesir dan bukan Yahudi. (Nama Musa berarti "anak" atau "anak lelaki," dan banyak digunakan sebagai bagian dari banyak firaun. Kitab Perjanjian Lama berisi cerita-cerita tentang Musa yang hampir tak banyak maknanya karena sudah banyak dijejali dengan serba keajaiban. Kisah-kisah tentang Musa dapat menimbulkan malapetaka,tentang Musa bisa mengubah para pembantunya menjadi ular, merupakan contoh-contoh kejadian yang di luar kelaziman alamiah.

Hal-hal macam ini membebani orang dengan kemustahilan sehingga melempangkan jalan agar orang percaya bagaimana Musa yang sudah berumur delapan puluh tahun saat itu berkesanggupan melakukan exodus, memimpin bangsa Yahudi melintasi padang pasir dalam jangka waktu tak kurang dari empat puluh tahun. Sebetulnya kita ingin tahu persis apa sebetulnya yang sudah berhasil diperbuat Musa sebelum kisah-kisahnya terkubur dalam semak-semak dunia dongeng.

Banyak pihak yang berkeinginan melakukan penafsiran yang wajar dari khazanah kisah Injil, misalnya tentang sepuluh wasiat larangan, tentang penyeberangan Laut Merah. Tetapi, paling disenangi dari cerita-cerita Perjanjian Lama menyangkut perikehidupan Musa adalah dongeng-dongengnya yang bisa disejajarkan dengan kisah-kisah mitologi. Cerita Musa tentang tanaman merambat ke atas tak kunjung berakhir amatlah mirip dengan cerita Babylonia, Sargon dan Akkad, raja besar yang memerintah sekitar tahun 2360-2305 SM.

Pada umumnya, ada tiga hasil besar yang dihubungkan dengan perbuatan Musa. Pertama, dia dianggap tokoh politik yang memimpin orang Yahudi melakukan perpindahan besar-besaran dari Mesir. Dalam hal ini, jelas memang dia layak menerima penghargaan itu. Kedua, dia berhasil sebagai penulis jilid pertama dari Panca Jilid Injil (Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers dan Deuteronomy), yang sering dikaitkan dengan "Lima buku Musa" dan menyusun Torat Yahudi. Buku ini termasuk Kode Musa, serangkaian hukum yang menjadi dasar tingkah laku kaum Yahudi dalam Injil, termasuk dalam "Sepuluh Perintah Keramat" (Ten Commandments). Dari sudut besarnya pengaruh khususnya Torat dan umumnya Ten Commandments, para penulis tak syak lagi dapat digolongkan orang besar yang punya pengaruh langgeng. Tetapi, umumnya sarjana-sarjana Injil bersepakat bahwa Musa bukanlah satu-satunya penulis buku itu. Buku itu tampaknya ditulis oleh beberapa penulis dan sebagian besar isinya tidak ditulis sebelum wafatnya Musa. Ada kemungkinan Musa memainkan beberapa peranan dalam hal penghimpunan adat kebiasaan Yahudi atau bahkan menggariskan hukum-hukum Yahudi, tetapi tak ada bukti pasti sejauh dan sebesar apa peranan yang dilakukannya.

Kemudian, banyak orang menganggap Musa sebagai pendiri monoteisme Yahudi. Rasanya tidak ada alasan kuat yang bisa menunjang anggapan itu. Satu-satunya sumber informasi kita mengenai ihwal Musa adalah Perjanjian Lama, dan Perjanjian Lama jelas-jelas dan tak meragukan berkaitan dengan Ibrahim selaku pendiri monoteisme. Meskipun begitu, memang benar juga monoteisme Yahudi tak bisa tidak sirna tanpa Musa dan tak perlu dipermasalahkan lagi Musa memang pegang peranan yang menentukan dalam hal memelihara dan menyebarkan. Dalam hal ini, tentu saja, terletak arti penting peranannya yang terbesar sesudah Agama Nasrani dan Islam, dua agama terbesar di dunia yang keduanya bersumber pada monotheisme. Gagasan adanya Tuhan Yang Esa, yang dengan sepenuh hati dipercayai Musa, yang akhirnya menyebar ke sebagian besar dunia.

--------------------------------------------------------------------------------
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

0 komentar
Custom Search

Label

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ABRAHAM LINCOLN Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani Abu Bakar As-Siddiq Adam Malik ADAM SMITH 1723-1790 ADOLF HITLER Al-Biruni Al-Khawarizmi ALBERT EINSTEIN ALEXANDER FLEMING ALEXANDER GRAHAM BELL ALEXANDER YANG AGUNG ANTOINE HENRI BECQUEREL ANTOINE LAURENT LAVOISIER ANTONY VAN LEEUWENHOEK ARCHIMEDES ARISTOTELES ASOKA AUGUSTUS CAESAR BENJAMIN FRANKLIN Bilal Bin Rabah Al-Habasyi Budha Buya Hamka Chairil Anwar CHARLEMAGNE CHARLES BABBAGE CHARLES DARWIN CHRISTOPHER COLUMBUS CONSTANTINE YANG AGUNG Cut Nyak Dien CYRUS YANG AGUNG EDWARD JENNER ENRICO FERMI EUCLID FERDINAND MAGELLAN FRANCIS BACON FRANCISCO PIZARRO GALILEO GALILEI GEORGE WASHINGTON Gesang GREGOR MENDEL GREGORY PINCUS GUGLIELMO MARCONI Harun Al-Rasyid HERNANDO CORTES HOMER HOS Cokroaminoto Ibnu Rusydi ISAAC NEWTON JAMES CLERK MAXWELL JAMES WATT JEAN-JACQUES ROUSSEAU Jendral Besar Soedirman JENGIS KHAN JOHANN GUTENBERG JOHANN SEBASTIAN BACH JOHANNES KEPLER JOHN CALVIN JOHN DALTON JOHN F. KENNEDY JOHN LOCKE JOSEPH LISTER JOSEPH STALIN JULIUS CAESAR JUSTINIAN I K.H M.Hasyim Asy’ari KARL MARX KH Zainuddin MZ KHUFU (CHEOPS) Ki Hajar Dewantara Kyai Haji Ahmad Dahlan LAO TSE Lenin LEONARDO DA VINCI LEONHARD EULER Lionel Messi LOUIS DAGUERRE 1787-1851 LOUIS PASTEUR LUDWIG VAN BEETHOVEN MAHAVIRA MANI MAO TSE-TUNG MARIE CURIE MARTIN LUTHER MAX PLANCK MENES MENG-TSE (MENCIUS) MICHAEL FARADAY MICHELANGELO Mohammad Hatta MOHANDAS GANDHI Muhammad Muhammad Alawi al-Maliki Nabi Musa NAPOLEON BONAPARTE Nasrani NICCOLO MACHIAVELLI NICOLAUS COPERNICUS NIELS BOHR NIKOLAUS AUGUST OTTO Njoto OLIVER CROMWELL ORVILLE WRIGHT PABLO PICASSO Penemu Kertas penemu mesin cetak PETER YANG AGUNG PLATO POPE URBAN II Rabindranath Tagore RATU ELIZABETH I RATU ISABELLA I RENE DESCARTES Rosihan Anwar SHIH HUANG TI SIGMUND FREUD SIMON BOLIVAR Soe Hok Gie Soekarno ST. AUGUSTINE ST. PAUL SUI WEN TI Sunan Kalijaga (Raden Said) Tan Malaka THOMAS AQUINAS THOMAS EDISON THOMAS JEFFERSON THOMAS MALTHUS Timur TS'AI LUN UMAR IBN AL-KHATTAB VASCO DA GAMA VOLTAIRE WERNER HEISENBERG WILBUR WRIGHT WILHELM CONRAD RONTGEN WILLIAM HARVEY WILLIAM SANG PENAKLUK WILLIAM SHAKESPEARE WILLIAM T. G. MORTON Zinedine Zidane ZOROASTER