MOHON BANTUAN PARA PENGUNJUNG UNTUK MEMENCET IKLAN DIBAWAH INI! TERIMAKASIH.

KH Zainuddin MZ 1952-2011

Diposkan oleh Art of War | 08.00

Kiai Haji Zainuddin MZ atau K.H. Zainuddin Hamidi lahir di Jakarta, 2 Maret 1952, Zainuddin merupakan anak tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato. Udin -nama panggilan keluarganya- suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. ‘Kenakalan’ berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Madrasah Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato).

Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang. Setiap kali tampil, ia memukau teman-temannya. Kemampuannya itu terus terasah, berbarengan permintaan ceramah yang terus mengalir. Karena ceramahnya sering dihadiri puluhan ribu ummat, maka tak salah kalau pers menjulukinya ‘Da'i Sejuta Umat’. Suami Hj. Kholilah ini semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya beredar bukan saja di seluruh pelosok TautanNusantara, tapi juga ke beberapa negara Asia. Sejak itu, da’i yang punya hobi mendengarkan lagu-lagu dangdut ini mulai dilirik oleh beberapa stasiun televisi. Bahkan dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang bekerjasama dengan televisi swasta bersafari bersama artis ke berbagai daerah yang disebut "Nada dan Dakwah".

Kepiawaian ceramahnya sempat mengantarkan Zainuddin ke dunia politik. Pada tahun 1977-1982 ia bergabung dengan partai berlambang Ka’bah (PPP). Jabatannya pun bertambah, selain da’i juga sebagai politikus. Selain itu, keterlibatannya dalam PPP tidak bisa dilepaskan dari guru ngajinya, KH Idham Chalid. Sebab, gurunya yang pernah jadi ketua umum PBNU itu salah seorang deklarator PPP. Dia mengaku lama nyantri di Ponpes Idham Khalid yang berada di bilangan Cipete, yang belakangan identik sebagai tokoh dalam NU.

Sebelum masuk DPP, dia sudah menjadi pengurus aktif  PPP, yakni menjadi anggota dewan penasihat DPW DKI Jakarta. Lebih jauh lagi, berkat kelihaiannya mengomunikasikan ajaran agama dengan gaya tutur yang luwes, sederhana, dan dibumbui humor segar, partai yang merupakan fusi beberapa partai Islam itu jauh-jauh hari (sejak Pemilu 1977) sudah memanfaatkannya sebagai vote-getter. Bersama Raja Dangdut Rhoma Irama, Zainuddin berkeliling berbagai wilayah mengampanyekan partai yang saat itu bergambar Ka’bah -sebelum berganti gambar bintang. Hasil yang diperoleh sangat signifikan dan memengaruhi dominasi Golkar. Tak ayal, kondisi itu membuat penguasa Orde Baru waswas. Totalitas Zainuddin untuk PPP bisa dirunut dari latar belakangnya. Pertama, secara kultural dia warga nahdliyin, atau menjadi bagian dari keluarga besar NU. Dengan posisinya tersebut, dia ingin memperjuangkan NU yang saat itu menjadi bagian dari fusi PPP yang dipaksakan Orde Baru pada 5 Januari 1971. Untuk diketahui, ormas lain yang menjadi bagian fusi itu, antara lain, Muslimin Indonesia (MI), Perti, dan PSII.

Selain itu, keterlibatannya dalam PPP tidak bisa dilepaskan dari guru ngajinya, KH Idham Chalid. Sebab, gurunya yang pernah jadi ketua umum PB NU itu salah seorang deklarator PPP. Pada 20 Januari 2002 K.H. Zainudiin M.Z. bersama rekan-rekannya mendeklarasikan PPP Reformasi yang kemudian berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi dalam Muktamar Luar Biasa pada 8-9 April 2003 di Jakarta. Ia juga secara resmi ditetapkan sebagai calon presiden oleh partai ini. Zainuddin MZ menjabat sebagai Ketua umum PBR sampai tahun 2006. Zainuddin kembali fokus untuk menebarkan dakwah dan kembali berada ditengah-tengah umat.

Pada 2010, KH Zainuddin MZ dituduh oleh seorang gadis bernama Aida Saskia yang mengaku bahwa dirinya punya hubungan dekat dengan Zainuddin. Kasus ini masih dalam penyelidikan. K.H. Zainudin MZ memberikan klarifikasi akan ketidak benaran yang dituduhkan kepadanya itu melalui program Tokoh di tvOne. Zainuddin MZ meninggal dunia pada 5 Juli 2011 dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat Pertamina, karena serangan jantung dan gula darah. Beliau meninggal setelah sarapan bersama keluarga di rumahnya Gandaria I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Custom Search

Label

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ABRAHAM LINCOLN Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani Abu Bakar As-Siddiq Adam Malik ADAM SMITH 1723-1790 ADOLF HITLER Al-Biruni Al-Khawarizmi ALBERT EINSTEIN ALEXANDER FLEMING ALEXANDER GRAHAM BELL ALEXANDER YANG AGUNG ANTOINE HENRI BECQUEREL ANTOINE LAURENT LAVOISIER ANTONY VAN LEEUWENHOEK ARCHIMEDES ARISTOTELES ASOKA AUGUSTUS CAESAR BENJAMIN FRANKLIN Bilal Bin Rabah Al-Habasyi Budha Buya Hamka Chairil Anwar CHARLEMAGNE CHARLES BABBAGE CHARLES DARWIN CHRISTOPHER COLUMBUS CONSTANTINE YANG AGUNG Cut Nyak Dien CYRUS YANG AGUNG EDWARD JENNER ENRICO FERMI EUCLID FERDINAND MAGELLAN FRANCIS BACON FRANCISCO PIZARRO GALILEO GALILEI GEORGE WASHINGTON Gesang GREGOR MENDEL GREGORY PINCUS GUGLIELMO MARCONI Harun Al-Rasyid HERNANDO CORTES HOMER HOS Cokroaminoto Ibnu Rusydi ISAAC NEWTON JAMES CLERK MAXWELL JAMES WATT JEAN-JACQUES ROUSSEAU Jendral Besar Soedirman JENGIS KHAN JOHANN GUTENBERG JOHANN SEBASTIAN BACH JOHANNES KEPLER JOHN CALVIN JOHN DALTON JOHN F. KENNEDY JOHN LOCKE JOSEPH LISTER JOSEPH STALIN JULIUS CAESAR JUSTINIAN I K.H M.Hasyim Asy’ari KARL MARX KH Zainuddin MZ KHUFU (CHEOPS) Ki Hajar Dewantara Kyai Haji Ahmad Dahlan LAO TSE Lenin LEONARDO DA VINCI LEONHARD EULER Lionel Messi LOUIS DAGUERRE 1787-1851 LOUIS PASTEUR LUDWIG VAN BEETHOVEN MAHAVIRA MANI MAO TSE-TUNG MARIE CURIE MARTIN LUTHER MAX PLANCK MENES MENG-TSE (MENCIUS) MICHAEL FARADAY MICHELANGELO Mohammad Hatta MOHANDAS GANDHI Muhammad Muhammad Alawi al-Maliki Nabi Musa NAPOLEON BONAPARTE Nasrani NICCOLO MACHIAVELLI NICOLAUS COPERNICUS NIELS BOHR NIKOLAUS AUGUST OTTO Njoto OLIVER CROMWELL ORVILLE WRIGHT PABLO PICASSO Penemu Kertas penemu mesin cetak PETER YANG AGUNG PLATO POPE URBAN II Rabindranath Tagore RATU ELIZABETH I RATU ISABELLA I RENE DESCARTES Rosihan Anwar SHIH HUANG TI SIGMUND FREUD SIMON BOLIVAR Soe Hok Gie Soekarno ST. AUGUSTINE ST. PAUL SUI WEN TI Sunan Kalijaga (Raden Said) Tan Malaka THOMAS AQUINAS THOMAS EDISON THOMAS JEFFERSON THOMAS MALTHUS Timur TS'AI LUN UMAR IBN AL-KHATTAB VASCO DA GAMA VOLTAIRE WERNER HEISENBERG WILBUR WRIGHT WILHELM CONRAD RONTGEN WILLIAM HARVEY WILLIAM SANG PENAKLUK WILLIAM SHAKESPEARE WILLIAM T. G. MORTON Zinedine Zidane ZOROASTER